Skip to main content

Posts

#78 Komunikasi Produktif Day 4

Obrolan sore ini hari rabu, 1 Februari 2017 setelah pukul 16.00 WIT saya bertanya pada suami sudah pulang dari tempat kerja atau belum? Suami pun menjawab jika ia sudah pulang dan sedang dalam perjalanan ke mess karyawan menggunakan bus. Lalu saya mengingatkan untuk makan teratur, istirahat cukup dan perbanyak minum air putih. Tidak lupa untuk tetap berolah raga meski hanya saat akhir pekan.  Topik berlanjut dengan pertanyaan saya tentang rencana kegiatan yang akan kami lakukan bersama selama suami cuti di pertengahan bulan februari ini. Saya mengutarakan keinginan untuk bertamasya bersama. Dalam kondisi hamil enam bulan ini saya belum pernah jalan-jalan dengan suami dan ingin menghabiskan waktu berdua. Setelah menikah pun kami juga belum sempat honey moon , jadi pikir saya bisa diganti dengan baby moon .  Tak saya duga, suami menanggapinya dengan senang hati. Ia bilang : "terserah kamu mau kemana, asal kamu seneng. Tapi jangan jauh-jauh ya...nanti kamu kecapek...

#77 Komunikasi Produktif Day 3

Hari jumat 27 Januari 2017, kakak ipar saya (Mbak Ve) istri dari Mas Ibnu tengah berulang tahun yang ke 31 tahun. Kemudian Mbak Irien (kakak kandung saya) berinisiatif untuk membuat grup di WA dengan nama grup “Kejutan Ultah Mbak Ve”. Di dalam grup tesebut berisikan anggota saya, Mbak Irien, Tante Nina (adik bungsu ayah sekaligus rekan guru Mbak Ve) dan juga Mas Ibnu. Melalui grup tersebut kami bertukar ide untuk memberi kejutan di hari ulang tahun Mbak Ve. Hal ini bentuk dari perhatian kami kepada Mbak Ve karena kami jarang bertemu dan belum pernah memberikan “sesuatu” yang harapannya dapat menjadi suatu momen tak terlupakan. Tanpa sepengetahuan Mbak Ve, saya dan kakak-kakak yang lain mere nc anakan sebuah skenario untuk kej utan ulang tahunnya di malam hari. Melalui grup WA yang sudah dibuat , kami b er bagi tugas dan peran agar kejutan berlangsung sesuai rencana. Seharian kami pura-pu ra tidak menghubungi Mbak Ve dari pagi sampai sore hari . Kemudian Mas I bnu membantu ...

#76 Komunikasi Produktif Day 2

Setiap hari selama saya jauh dari suami, saya selalu berkomunikasi dengan WA dengannya. Baik saat pagi, siang dan sore/malam hari. Meski hanya sekedar menyapa "Selamat Pagi Suamiku", "Sudah berangkat ke kantor belum?", "Sedang apa?", "Sudah istirahat?", "Sudah makan?", "Aku Rindu!",  Kami juga sering bercerita tentang kegiatan masing-masing dan membahas tentang isu-isu sosial yang sedang terjadi. Hal ini membuat saya bertukar sudut pandang dengan suami.  Suami bercerita tentang datangnya buku baru yang ia beli dan titipkan oleh teman dari Jawa. Ada tiga judul buku tentang sejarah perkembangan islam di tanah Jawa. Salah satunya adalah tentang wali songo. Suami bercerita dengan sangat antusias, ia memberitahu isi buku bahwa ada percampuran budaya jawa dengan ajaran islam dimasa itu. Sebenarnya yang di maksud oleh wali atau ulama di Jawa tidak hanya sembilan atau sering disebut sebagai wali so...

#75 Komunikasi Produktif Day 1

Setelah menikah enam bulan yang lalu, saya tinggal bersama mertua dan adik ipar di Salatiga. Hal ini adalah kesepakatan saya dengan suami untuk sementara waktu. Mengingat saya sedang hamil dan belum mempunyai tetangga di perumahan yang kami sempat tempati sebulan awal pernikahan. Dari sabtu malam sampai selasa pagi (21 – 24 Januari 2017) saya menginap di rumah orang tua saya (di daerah Bringin, Kab. Semarang). Sembari menengok Bapak yang baru tiba dari proyek pekerjaannya di Jawa barat. Momen ini sekaligus kesempatan saya berkumpul dengan kakak-kakak saya juga.  Selain berkumpul bersama keluarga, kami bermusyawarah membahas tentang rencana pernikahan kakak perempuan saya yang insha Allah akan di laksanakan bulan april mendatang. Sebagai keluarga pihak perempuan, kami perlu berdiskusi dan mempersiapkannya dari jauh-jauh hari. Beberapa waktu yang lalu, kakak perempuan saya mengalami kendala berkomunikasi dengan Bapak karena kesibukan beliau di lokasi proyek. Sehing...

MENIKAH MENDEWASAKANKU

Kemarin ada beberapa sodara dan teman yang Tanya. “Mus… Tik.. Gimana rasanya nikah?” Saya jawab, “Gimana ya? Ya kamu nikah lah.. Biar tau rasanya. Hahaha..” Intinya lebih banyak positifnya daripada negatifnya. Yang jelas, saya merasa banyak perubahan yang signifikan yang saya alami. Contohnya belajar mengelola emosi, kesehatan, keuangan dan keluarga. Kalau sebelumnya gampang marah, sekarang bisa lebih sabar. Kalau sebelumnya makan ga teratur, sekarang lebih disiplin. Yang sebelumnya belanja keinginan, sekarang belanja kebutuhan. Yang kemarin jarang telepon orang tua, sekarang lebih sering nyapa.  Meskipun pacaran lama, enam tahun sama partner. Tapi nikah baru setengah tahun. Sebulan bareng, terus lima bulan ditinggal kerja. Masih perlu penyesuaian hal-hal yang tak terduga sebelumnya. Ditambah lagi Alhamdulillah dikasih amanah anak yang datangnya begitu cepat. Semakin banyak perubahan yang saya alami, baik secara fisik dan psikis.  Sejauh ...