Skip to main content

#127 MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK BUNSAY IIP Day 04

Review Diskusi
KELOMPOK 4 = EMPAT-i
TEMA : PERAN IBU SEBAGAI TEMAN BELAJAR AYAH DALAM MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS

Ada banyak sekali pakar parenting di Indonesia. Dengan berbagai ilmu, penelitian, dan pendekatan mereka memaparkan kondisi anak-anak kita. Salah satu pakar parenting yg aktif menyoroti problematika anak terutama seksualitas adalah Elly Risman.
Jika teman-teman pernah mengikuti seminar beliau, banyak sekali data-data yang terungkap terkait dengan masalah seksualitas dan penyebab dari itu.

Ibu Elly Risman menjelaskan bahwa awal mula dari masalah seksual dan penyebab disorientasi seksual zaman now adalah absennya orang tua pada kehidupan anak. Anak-anak yang BLAST (Bored, Lonely, Angry/Anxious, Stressed, Tired) akhirnya mencari pencarian kasih sayang dan hiburan di luar orang tua dan keluarganya. Bibit masalah pun dimulai, anak-anak menjadi penasaran dengan berbagai hal menjurus ke pornografi dan mencari atau menikmati informasi dari berbagai media tanpa pengawasan.

Selain virus BLAST, yang memicu anak kurang paham tentang fitrah seksualitas adalah absennya ayah pada proses pengasuhan di rumah. Ketika anak-anak tidak terekspose pada figur orang tua yang seimbang, contohnya, hanya ibu saja yg mendampingi anak, bapak sibuk di luar dan tidak membersamai keluarga, maka anak akan kehilangan kesempatan meneladani dan belajar dari sosok ayah.

Senada dengan Elly Risman, Ust Harry Santosa mengungkapkan bahwa salah satunya penyebab yang membuat anak-anak kurang melek terhadap fitrah seksualitas, lagi-lagi terletak pada peran orang tua dalam membersamai anak. Sejauh mana orang tua masuk dalam kehidupan anak sejauh itu pula level kelekatan dan kedekatan anak pada orang tua.

Analoginya mungkin seperti ini, pernah melihat jarum suntik? Atau merasakan disuntik? Jika jarum yang masuk hanya setengah otomatis tidak menjadi obat dan hanya rasa sakit yang ditinggalkan. Lain halnya jika jarum disuntikkan hingga mengalirkan obatnya, sakit memang, tp penyakit bisa sembuh.

Begitu pula dengan masalah seksualitas, jika orang tua membersamai sejak dini dan mengenalkan apa itu fitrah seksualitas, jika ibu mengedukasi anak ttg ini sejak fase awal dan bapak ikut mendampingi di fase berikutnya, masalah seksualitas akan menjauh dengan sendirinya karena keterlibatan orang tua.



....kasus pacaran apakah bisa dikategorikan kehilangan figur ayah hingga mencari kasih sayang dari luar.

Meski banyak faktor... Tapi utama iya ini... Mereka baik anak perempuan dan laki2 kehilangan figur ayahnya dan ibunya, Kenapa karena tidak terbangun komunikasi dan kedekatan?

Komunikasi dan kedekatan yamg seperti apa? Utamanya tentang pembelajaran seksualitasnya.  Mereka ga tahu atau tidak pernah diajarkan kondisi fisik dan fase remaja seperti perubahan fisik tubuh mereka,  jaringan organ, sel2 hormon2 serta fase2 hasrat dan pengontrol hasrat dan rangsangan2 tubunya ini yang sangan penting wajib di buka diskusi PENTING antara anak dan ortu.

Kedua jelas bahwa remaja sangat membutuhkan teman maka teman yang utama adalah kedua orangtuanya... Supaya anak tidak mencari "teman" lainnya...
 
Selain kasus pacaran kisah nyata yang tidak menghadikan sosok dan peran seorang ayah, memang ada ibu hebat yang sanggup membesarkan anak hebat seorang diri. Sebutlah Bunda Hajar, Ibunda Ismail AS. Sang ayah terpisah jauh namun begitu beliau datang dan meminta anaknya untuk disembelih, sang anak bisa ikhlas luar biasa. Kok bisa ya? Kita harus menelaah bagaimana Bunda Hajar mengasuh dan mendidik Ismail AS? Sayangnya sedikit sekali informasi mengenai ini. Sementara sosok yang kita kenal, Muhammad SAW, dibesarkan tanpa ayah, namun dikelilingi oleh para lelaki hebat pemimpin kaumnya.

Hal yang mencenangkan terjadi di Jepang. Mengenai seorang pria yang tidak membutuhkan seorang wanita. Jepang saat ini di ambang kepunahan karena para pemudanya tidak punya minat untuk melakukan hubungan seksual dengan perempuan. Mereka lebih menyukai boneka, hewan, atau aplikasi smartphone. Mereka tak tahu bagaimana caranya berlaku sebagai lelaki sejati dan tak tahu juga bagaimana memperlakukan perempuan. Hingga akhirnya memilih menghindari perempuan. Mereka dikenal sebagai kaum herbivora. 

Generasi sebelumnya, generasi ayah mereka terkenal sebagai pekerja keras. Pekerja Jepang sudah terkenal bekerja hingga 100 jam. Keluarga 100% diurua oleh para ibu. Anak-anak lelaki jelas kurang berinteraksi dengan ayah mereka. Para ayah bahkan terkadang tidur di kantor karena lembur. Memang, dampaknya tak terlihat nyata ketika menjadi kasus individual. Kurangnya kehadiran ayah berhubungan dengan angka kejadian LGBT. Makin panjang durasi ketidakhadiran, makin besar pula kemungkinan LGBT. Sementara, jika ini terjadi dalam skala populasi, maka kondisi yang terjadi di Jepang saat ini sangat perlu diantisipasi.

Raise your child raise your self. Maka bangun diskusi untuk sama2 me cari jawabannya. Lewat referensi apa saja. Jadi nambah ilmu dan pengetahuan kan bahwa reproduksi manusia dan binatang berbeda tahu bedanya dan tahu kenapa dirinya di Ciptakan.
Peran dan konsep ayah yang KUAT...bisa kita lihat dari pak Dodik ke bu Septi... 
Lihat deh contoh...
Apakah pak dodik tidak memiliki peran?!...
Kan jelas pak Dodik adalah konseptor..Dan bu Septi sang ibu adalah pelaksana yaitu manajer lapangan...Sebagai pelaksana atau manajer lapangan wajar sekali jika ibu yang terkesan "repot" dari awal..Tapi bapak ga diam saja toh....Bapak menyiapkan segala sesuatunya... Menyiapkan sang ibu menjadi pelaksana dan manajer lapangan... Menyiapkan kurikulum keluarga... Menyiapkan fasilitas... Mengambil keputusan...Mengevaluasi hasil kerja sang ibu pelaksana manajer keluarga...
Jelas lebih berat dan lebih banyak tugas sang bapak bukan.
Ibarat seperti mengemudikan sebuah pesawat. Ayah berperan sebagai pilot, dan ibu adalah co-pilotnya. Anak2 merupakan penumpang yang dititipkan Tuhan untuk kita hantarkan sampai tujuannya. Apa? Menjadi khalifah-Nya. Pilot dan co-pilot harus bersinergi dalam kerjasama membaca navigasi beserta sistem kemudinya (arah tujuan keluarga masing2). Mendampingi ayah sebagai teman belajar ayah dalam membangkitkan fitrah seksualitas salah satu bagian dari sistem kemudi tersebut. Bagaimana anak2 tumbuh, berkembang dan belajar mengenai seksualitas sangat membutuhkan peran yabg seimbang dari ibu dan ayahnya. Belajar dari banyak kasus2 yang terjadi seperti "hilangnya figur ayah", dapat menjadi pelajaran bagi kita untuk membuat atau mengembalikan pengetahuan fitrah seksualitas seorang anak. Percayalah bunda.. Tuhan Tak Pernah Salah Memilih pundak amanah untuk kita sebagai orang tua. Mendidik mereka menjadi manusia yang bermartabat dan bermanfaat bagi umat. Insha Allah.

Sumber Materi:
1. https://sofianaindraswari.com/teman-belajar-ayah-serial-sosok-penting-bernama-ayah-bagian-3/
2 . https://www.mommee.org/kuliah-tematik-sesi-2-ayah-ada-ayah-tiada/
3. Fitrah Based Education, ver 3.0 Harry Santosa, penerbit Yayasan Cahaya Mutiara Timur, cetakan ketiga 31 Maret 2017
4.https://ceritaleila.wordpress.com/2017/05/22/lagi-menyimak-bahasan-fitrah-anak-bersama-ustadz-harry/
5. Fitrah Seksualitas‬ & ‎Fitrah Estetika Anak‬
Harry Santosa – Millenial Learning Center
6. Hasil Diskusi Kelompok Empat-i

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Comments

Popular posts from this blog

#38 UII Golden (Global Student)

“Tomorrow, it might be your story” UII Golden  atau UII Global Student merupakan sebuah komunitas yang memberi peluang bagi para mahasiswa UII untuk mendapatkan pengalaman global sekaligus merasakan atmosfir akademis pergaulan mahasiswa internasional. Komunitas ini dirintis oleh International Program (IP) UII, lewat IP Promo Team, salah satu Divisi International Student’s Office. Komunitas ini mengajak para mahasiswa tersebut untuk berbagi pengalaman dan mendorong mahasiswa UII lainnya agar mengikuti langkah teman-teman yang sudah terlebih dahulu mempunyai pengalaman global.  Banyak manfaat yang akan diperoleh oleh anggota komunitas ini. Khususnya ilmu dan berbagi pengalaman belajar di luar negeri.  We embrace you to create your own experiences overseas.  # GOGLOBAL Kunjungi website  uiigolden.org  dan follow twitternya  www.twitter.com/uii_golden  

#85 Aliran Rasa Komunikasi Produktif Bunda Sayang IIP

Marriage.com Saya mengalami perbedaan dalam menjalankan komunikasi produktif dengan suami antara menggunakan gadget dan berbicara langsung. Kami menjalani pernikahan jarak jauh, dikarenakan suami bekerja di Papua sedangkan saya sedang hamil dan tinggal bersama mertua di Salatiga, Jawa Tengah. Perbedaan waktu dua jam antara Waktu Indonesia Timur dan Barat memberi tantangan tersendiri bagi kami berdua. Pagi-pagi buta pukul 04.30 WIT suami sudah berangkat bekerja, sedangkan di Salatiga masih pukul 02.30 WIB dimana saya masih tidur terlelap. Dari awal menjalin hubungan jarak jauh, kami bersepakat untuk saling memberi kabar di waktu sore hari, ketika suami sudah pulang kerja pukul 19.00-21.00 WIT (17.00-19.00 WIB). Alhamdulillah tidak ada masalah yang berarti ketika kami berkomunikasi. Jika ada miss communication pun kami segera meng-clear-kan masalah tersebut dengan segera.  Setelah lima bulan sejak awal kami menikah, suami mengambil cuti di bulan februari 2017. Sejak kami b...

#101 WEST-K Project Day 4 Bunda Sayang IIP

Rasa bersalah sedang mengikuti saya. Setelah mencoba untuk menjalankan project secara konsisten tiga hari berturut-turut di awal penulisan pada minggu lalu, kemudian tidak sengaja terhenti selama seminggu. Karena saya ikut membantu persiapan lamaran dan "nyicil" keperluan pernikahan kakak di akhir bulan April mendatang. Setelah acara lamaran, saya berangkat ke Jogja selama lima hari. Masih teringat terakhir kali saya belajar hal baru di WEST-K Project Day 3 kemarin tentang nasehat rumah tangga. Saya ingat saat saya menulisnya bertepatan dengan waktu saya dijemput oleh kakak perempuan saya yang lamaran keesokan harinya. Sehingga saya menginap di rumah orang tua saya. Saya lupa tidak membawa laptop dan flashdisc yang berisi materi kajian dan design proyek WEST-K yang sudah saya kumpulkan sebelumnya.  Meski saya belum sempat menuliskannya, namun project tetap berjalan dengan diskusi langsung bersama suami melalui telepon, chat WA maupun video call. Bahasan minggu ini kam...