Skip to main content

#65 NHW Tujuh

NICE HOME WORK 7 TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF

Setelah seminggu mempraktekkan ilmu dari Bu Septi dengan program 7 to 7 nya di NHW 6 kemarin. Saya merasakan manfaatnya memang hidup lebih teratur. Jadi kita yang mengendalikan waktu, bukan waktu yang mengendalikan kita. Namun, tantangannya adalah untuk tetap berkomitmen dan istiqomah untuk menjalankan kegiatan harian sesuai kandang waktu yang telah dibuat selama harian atau mingguan. 

Selangkah lebih maju sambil belajar MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL. Kini materi yang saya pelajari adalah tentang bagaimana dan apa saja TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF. Saya telah mengisi biodata pada web TEMU BAKAT  Saya segera mencocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah saya tulis di NHW#1 – NHW #6. Dengan mengetahui tipe kekuatan diri (strenght typology) saya dapat menjadi lebih fokus untuk belajar menjadi seorang pendidik bagi anak-anak dan keluarga saya. 
Hasil dari pengisian temubakat.com

Potensi untuk berjejaring :)
Dari hasil temu bakat diatas, saya membuat kolom empat kuadran yang berisi tentang kegiatan apa saja yang saya suka, tidak suka, bisa dan tidak bisa lakukan untuk menentukan tahapan menjadi Bunda Produktif. Ternyata ada kecocokan antara bidang ilmu formal dan non-formal yang saya pilih dan jalani sesuai dengan karakter saya. Di dalam beberapa pernyataan yang menggambarkan hal-hal yang paling cocok dengan saya, yakni hampir kebanyakan saya memilih untuk menjalin interaksi dengan orang lain. 

Kemudian pernyataan yang sekiranya tidak cocok dengan saya adalah memberi perintah dan terkadang memaksa, menurut saya hal tersebut tidak cocok dengan saya karena dengan berinteraksi dengan orang lain bukan berarti saya dapat memaksa mereka satu pendapat dengan saya, namun saya lebih suka untuk menawarkan beberapa alternatif pilihan ide yang bisa didiskusikan bersama. 

Berikut hasil kuadran kegiatan yang saya buat : 

KUADRAN 1 : KEGIATAN YANG BISA DAN SUKA DILAKUKAN

> Sharing, dengan berbagi cerita dan pengalaman saya mendapat inspirasi dan termotivasi untuk menginspirasi orang lain. Hal tersebut saya dapatkan dengan mengajar. Karena mengajar adalah salah satu metode untuk memperdalam hal saya tahu dan bisa menjadi tahu hal yang sebelumnya saya tidak tahu (biasanya karena ada pertanyaan yang diajukan pada saya).

> Memotivasi, dengan memotivasi orang lain sama hal nya saya memotivasi diri sendiri. Karena saya tidak suka jika menjadi orang yang JARKONI (dalam bahasa jawa berarti asal ujar ora ngelakoni) Bisa memberikan saran/kritik/masukan baik untuk oran lain tetapi diri sendiri tidak melakukannya.

> Komunikasi, tidak ada hal rumit yang tidak dapat dikomunikasikan. Saya yakin bahwa setiap masalah insha Allah ada solusinya. Begitupun dalam Al Qur'an Surat Al Insyiraah ayat 5 “Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” 
Hal ini yang membuat saya senang bertemu orang baru. Saya dapat mengenal karakter dan ilmu baru dari setiap orang yang saya temui. 

KUADRAN 2 : KEGIATAN YANG DISUKA TETAPI TIDAK BISA DILAKUKAN

> Pekerjaan di ranah Publik (Mengejar Karir). 
Saya sedang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ibu yang ingin merawat anak dan berperan menjadi pendidik bagi keluarga. 

 KUADRAN 3 : KEGIATAN YANG  TIDAK DISUKAI TETAPI BISA DILAKUKAN

 > Caretaker, Arti kata caretaker dalam bahasa Indonesia adalah Pengurus, Penjaga, Pengemban. Saya suka untuk mengurus urusan rumah tangga seperti bersih-bersih, memasak, mencuci pakaian dan lain-lain. Namun kegiatan itu terdelegasikan karena adanya asisten rumah tangga. Dan saya merasa kurang termotivasi jika tidak ada suami di rumah. Saya pernah membaca artikel tentang teori motivasi, yakni seseorang akan rela melakukan sesuatu jika ada motif atau tujuan yang didedikasikan untuk orang lain. Contohnya pada saya, bukan berarti ingin mendapat pujian dari suami tetapi saya tidak bisa melakukan pekerjaan mengurus rumah tangga tanpa ada suami. Saat saya memasak saya percaya diri untuk memasakkan suami atau mencuci dan bersih-bersih. Kondisi hamil muda juga membuat saya membatasi pekerjaan yang melelahkan untuk keamanan dan kenyamanan kehamilan saya.

KUADRAN 4 : KEGIATAN YANG TIDAK BISA DAN TIDAK SUKA DILAKUKAN

> Analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. Sedangkan pada kegiatan laboratorium, kata analisis atau analisis dapat juga berarti kegiatan yang dilakukan di laboratorium untuk memeriksa kandungan suatu zat dalam cuplikan. SUMBER KATA ANALISIS 

Sebenarnya saya kurang suka hal-hal yang berbau hitung-hitungan atau harus menganalisis suatu data. Hal ini yang membuat saya kurang teliti. Namun bukan berarti saya tidak mau belajar. Saya suka belajar dan saya tetap mencoba menganalisis suatu hal yang berkaitan dengan hidup saya. Contohnya : perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga pastilah perlu menggunakan analisis didalamnya. Dan untuk belajar ini saya sering berdiskusi dengan suami yang basic ilmunya sains dan teknik yang biasa dalam analisis serta hitung-menghitung

 > Operator (disini yang dimaksud adalah menggunakan alat-alat mekanik atau semacam mesin). Saya juga kurang suka untuk mengotak-atik mesin atau alat yang perlu menggunakan tenaga dan pemikiran kritis. Apalagi yang ada jaringan kabelnya. Sehingga saya sering menggunakan alat-alat tersebut sesuai kebutuhan saya. Jika memang dirasa perlu, saya akan menggunakan dan membaca prosedur penggunaannya. Namun jika harus memperbaiki atau berinovasi saya memang bukan jagonya menjadi seorang operator

 Treasury (maksud dari treasury disini adalah aktifitas pembendaharaan/perbank-an). Mungkin ini alasan kenapa saya tidak mendaftar lowongan di perbank-an saat lulus kuliah beberapa waktu yang lalu. Seperti yang saya jelaskan di kelemahan saya untuk menganalisis diatas. Belajar untuk tatakelola keuangan membuat saya harus belajar lebih ekstra dibanding dengan orang-orang yang gemar dalam ilmu manajemen keuangan. Hal ini yang membuat saya lebih menyukai kegiatan yang lebih mengutamakan hubungan interpersonal dan komunikasi. Ini yang membuat saya suka berada dilapangan daripada bekerja di belakang meja.

Dari materi ini saya belajar bahwa setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Tidak bijak jika kemampuan seseorang menjadi bahan perbandingan. Contohnya : Jika seorang anak tidak bisa matematika bukan berarti ia tidak bisa menggambar dengan indah atau membaca sebuah cerita dengan menarik. Jadi saya menambah ilmu lagi untuk bisa fokus memperdalam ilmu yang saya sukai dan pilih untuk saya jalani di kehidupan ini sembari saya belajar menjadi calon orang tua yang profesional bagi keluarga.  

Comments

Popular posts from this blog

#38 UII Golden (Global Student)

“Tomorrow, it might be your story” UII Golden  atau UII Global Student merupakan sebuah komunitas yang memberi peluang bagi para mahasiswa UII untuk mendapatkan pengalaman global sekaligus merasakan atmosfir akademis pergaulan mahasiswa internasional. Komunitas ini dirintis oleh International Program (IP) UII, lewat IP Promo Team, salah satu Divisi International Student’s Office. Komunitas ini mengajak para mahasiswa tersebut untuk berbagi pengalaman dan mendorong mahasiswa UII lainnya agar mengikuti langkah teman-teman yang sudah terlebih dahulu mempunyai pengalaman global.  Banyak manfaat yang akan diperoleh oleh anggota komunitas ini. Khususnya ilmu dan berbagi pengalaman belajar di luar negeri.  We embrace you to create your own experiences overseas.  # GOGLOBAL Kunjungi website  uiigolden.org  dan follow twitternya  www.twitter.com/uii_golden  

#101 WEST-K Project Day 4 Bunda Sayang IIP

Rasa bersalah sedang mengikuti saya. Setelah mencoba untuk menjalankan project secara konsisten tiga hari berturut-turut di awal penulisan pada minggu lalu, kemudian tidak sengaja terhenti selama seminggu. Karena saya ikut membantu persiapan lamaran dan "nyicil" keperluan pernikahan kakak di akhir bulan April mendatang. Setelah acara lamaran, saya berangkat ke Jogja selama lima hari. Masih teringat terakhir kali saya belajar hal baru di WEST-K Project Day 3 kemarin tentang nasehat rumah tangga. Saya ingat saat saya menulisnya bertepatan dengan waktu saya dijemput oleh kakak perempuan saya yang lamaran keesokan harinya. Sehingga saya menginap di rumah orang tua saya. Saya lupa tidak membawa laptop dan flashdisc yang berisi materi kajian dan design proyek WEST-K yang sudah saya kumpulkan sebelumnya.  Meski saya belum sempat menuliskannya, namun project tetap berjalan dengan diskusi langsung bersama suami melalui telepon, chat WA maupun video call. Bahasan minggu ini kam...

#85 Aliran Rasa Komunikasi Produktif Bunda Sayang IIP

Marriage.com Saya mengalami perbedaan dalam menjalankan komunikasi produktif dengan suami antara menggunakan gadget dan berbicara langsung. Kami menjalani pernikahan jarak jauh, dikarenakan suami bekerja di Papua sedangkan saya sedang hamil dan tinggal bersama mertua di Salatiga, Jawa Tengah. Perbedaan waktu dua jam antara Waktu Indonesia Timur dan Barat memberi tantangan tersendiri bagi kami berdua. Pagi-pagi buta pukul 04.30 WIT suami sudah berangkat bekerja, sedangkan di Salatiga masih pukul 02.30 WIB dimana saya masih tidur terlelap. Dari awal menjalin hubungan jarak jauh, kami bersepakat untuk saling memberi kabar di waktu sore hari, ketika suami sudah pulang kerja pukul 19.00-21.00 WIT (17.00-19.00 WIB). Alhamdulillah tidak ada masalah yang berarti ketika kami berkomunikasi. Jika ada miss communication pun kami segera meng-clear-kan masalah tersebut dengan segera.  Setelah lima bulan sejak awal kami menikah, suami mengambil cuti di bulan februari 2017. Sejak kami b...