Skip to main content

#59 NHW Tiga

NICE HOME WORK 3 MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 

Minggu ini saya mengirim surat cinta untuk suami yang jauh di perantauan. Surat singkat yang berisi tentang kata hati dan kondisi yang saya sedang alami bersama suami. 

Saya jujur padanya bahwa saya begitu rindu karena hidup berjauhan dengannya. Jarak antara jawa dan papua pastilah tidak sedekat solo ke semarang.

Tidak saya sangka, suami yang bukan tipe orang yang romantis bilang bahwa setelah membaca suratnya ia terharu. Dia hanya titip pesan untuk saya selalu bersabar dengan menjalani kehidupan sekarang apa adanya dan tetap menjaga komunikasi meski lewat media chat atau telepon. Berjauhan ini hanya untuk sementara katanya. 

Allah Maha Pengatur. Dia Dzat Maha Bijak. Karena Allah tidak pernah salah memilih pundak untuk memberi amanah pada seseorang. Entah berperan sebagai suami, istri, dan orang tua disertai dengan segala situasi dan kondisinya. 

Saya yakin bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Dalam Al Quran dijelaskan : 
“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS 65:2-3)."

Jadi sebagai makhluk yang beriman, saya menjalani garis hidup yang memang sudah ditentukan. Karena pastinya nanti saya belajar banyak hal dari setiap kejadian. Salah satunya untuk bersabar. Apalagi kini saya sedang mengandung, sehingga saya harus menjaga lisan dan tindakan untuk calon anak-anak saya nanti. 

Berbicara tentang anak, setiap anak pastilah memiliki potensi masing-masing. Mereka berhak menjadi bintang dengan prestasi masing-masing. Pengalaman menjadi guru di daerah pelosok setahun yang lalu, mengajarkan saya cara untuk menjadi orang tua.
Pada hakekatnya ada pola yang berulang yang dilakukan setiap anak, yakni keinginan belajar dan rasa ingin tahu. Sehingga saat ini saya berusaha memantaskan diri menjadi guru sekaligus teman bagi anak-anak saya nanti. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Setiap hari haruslah ada perubahan yang lebih baik. Belajar pun tidak berbatas ruang dan usia. 

Saya dapar hadir di tengah-tengah lingkungan saya saat ini pun nerupakan cara paling elegan dari Allah memberi saya kesempatan untuk mengubah pola pikir bahwa melihat suatu masalah tidak hanya dari kacamata satu pihak namun juga melihat dari berbagai sisi. Yang saya yakini bisa membuat saya tidak lagi menjadi pribadi yang egois.

Bisa belajar mengasah potensi dan komunikasi melalui tugas-tugas di Intitut Ibu Profesional setiap minggunya. Saya menjadi lebih update tentang ilmu baru, khususnya tentang parenting. 

Alhamdulillah. 

Comments

Popular posts from this blog

#38 UII Golden (Global Student)

“Tomorrow, it might be your story” UII Golden  atau UII Global Student merupakan sebuah komunitas yang memberi peluang bagi para mahasiswa UII untuk mendapatkan pengalaman global sekaligus merasakan atmosfir akademis pergaulan mahasiswa internasional. Komunitas ini dirintis oleh International Program (IP) UII, lewat IP Promo Team, salah satu Divisi International Student’s Office. Komunitas ini mengajak para mahasiswa tersebut untuk berbagi pengalaman dan mendorong mahasiswa UII lainnya agar mengikuti langkah teman-teman yang sudah terlebih dahulu mempunyai pengalaman global.  Banyak manfaat yang akan diperoleh oleh anggota komunitas ini. Khususnya ilmu dan berbagi pengalaman belajar di luar negeri.  We embrace you to create your own experiences overseas.  # GOGLOBAL Kunjungi website  uiigolden.org  dan follow twitternya  www.twitter.com/uii_golden  

#85 Aliran Rasa Komunikasi Produktif Bunda Sayang IIP

Marriage.com Saya mengalami perbedaan dalam menjalankan komunikasi produktif dengan suami antara menggunakan gadget dan berbicara langsung. Kami menjalani pernikahan jarak jauh, dikarenakan suami bekerja di Papua sedangkan saya sedang hamil dan tinggal bersama mertua di Salatiga, Jawa Tengah. Perbedaan waktu dua jam antara Waktu Indonesia Timur dan Barat memberi tantangan tersendiri bagi kami berdua. Pagi-pagi buta pukul 04.30 WIT suami sudah berangkat bekerja, sedangkan di Salatiga masih pukul 02.30 WIB dimana saya masih tidur terlelap. Dari awal menjalin hubungan jarak jauh, kami bersepakat untuk saling memberi kabar di waktu sore hari, ketika suami sudah pulang kerja pukul 19.00-21.00 WIT (17.00-19.00 WIB). Alhamdulillah tidak ada masalah yang berarti ketika kami berkomunikasi. Jika ada miss communication pun kami segera meng-clear-kan masalah tersebut dengan segera.  Setelah lima bulan sejak awal kami menikah, suami mengambil cuti di bulan februari 2017. Sejak kami b...

#101 WEST-K Project Day 4 Bunda Sayang IIP

Rasa bersalah sedang mengikuti saya. Setelah mencoba untuk menjalankan project secara konsisten tiga hari berturut-turut di awal penulisan pada minggu lalu, kemudian tidak sengaja terhenti selama seminggu. Karena saya ikut membantu persiapan lamaran dan "nyicil" keperluan pernikahan kakak di akhir bulan April mendatang. Setelah acara lamaran, saya berangkat ke Jogja selama lima hari. Masih teringat terakhir kali saya belajar hal baru di WEST-K Project Day 3 kemarin tentang nasehat rumah tangga. Saya ingat saat saya menulisnya bertepatan dengan waktu saya dijemput oleh kakak perempuan saya yang lamaran keesokan harinya. Sehingga saya menginap di rumah orang tua saya. Saya lupa tidak membawa laptop dan flashdisc yang berisi materi kajian dan design proyek WEST-K yang sudah saya kumpulkan sebelumnya.  Meski saya belum sempat menuliskannya, namun project tetap berjalan dengan diskusi langsung bersama suami melalui telepon, chat WA maupun video call. Bahasan minggu ini kam...